Pengertian dari laporan keuangan syariah secara umum adalah suatu rangkaian proses dari pemberitahuan keuangan syariah. Pembuatan dari laporan keuangan syariah yang sangat berhubungan dengan kondisi ekonomi suatu instansi dilakukan untuk tujuan tertentu. Dalam hal ini laporan keuangan syariah dibuat untuk memenuhi tujuan yang lebih banyak dibandingkan dengan laporan keuangan konvensional. 

Hal tersebut dikarenakan laporan keuangan syariah mempunyai multifungsi dalam peran yang berkaitan dengan entitas syariah. Pada bagian Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan Syariah atau disingkat KDPPLKS yang berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan Syariah disebutkan tentang tujuan laporan keuangan syariah. 

Berdasarkan hal tersebut, tujuan dari pembuatan laporan keuangan syariah adalah untuk menyertai informasi tertentu. Terutama berkaitan dengan aspek-aspek yang dapat dimanfaatkan dalam pengambilan keputusan ekonomi seperti kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu entitas syariah. Secara lebih luas, tujuan dari penyusunan laporan keuangan syariah dapat dilihat pada penjelasan berikut ini. 

Tujuan Umum Pembuatan Laporan Keuangan Syariah 

Selain memiliki tujuan yang didasarakan pada StandarAkuntansi Keuangan Syariah. Secara umum, laporan keuangan syariah juga mempunyai beberapa tujuan. Pembuatan laporan keuangan syariah bertujuan untuk memberi peringatan serta meningkatkan kepatuhan terhadap prinsip syariah.

Dalam hal ini, laporan keuangan syariah harus dijalankan dalam semua jenis transaksi serta kegiatan usaha. Laporan keuangan syariah menyediakan informasi yang berkaitan dengan kepatuhan pada entitas syariah terhadap prinsip syariah. Terutama segala hal yang menyangkut kesesuaian dengan prinsip syariah seperti informasi aset, kewajiban, serta pendapatan dan juga beban.  Bila tidak sesuai maka akan dapat dikaji tentang bagaimana perolehan serta penggunaannya. Laporan keuangan syariah juga memberikan informasi yang berfungsi dalam membantu mengevaluasi pelaksanaan tanggung jawab entitas syariah.  Terutama dalam menjalankan amanah untuk mengamankan dana dan juga menginvestasikannya padakeuntungan yang layak. Laporan keuangan syariah juga bertujuan untuk memberi informasi berkaitan dengan tingkat keuntungan investasi. Informasi tersebut ditujukan kepada penanam modal serta pemilik dana syirkah kontemporer. 

Tidak hanya itu, laporan keuangan syariah dibentuk bertujuan untuk memberikan informasi terkait pemenuhan kewajiban. Kewajiban yang dimaksud adalah mengenai fungsi sosialentitas syariah, yang juga mencakup pengelolaan beserta penyaluran zakat, sedekah, infaq, dan juga waqaf. 

Tujuan Utama Laporan Keuangan Syariah

Lebih lanjut, laporan keuangan syariah memiliki tujuan utama yang dibagi menjadi tiga poin yaitu terdiri dari sebagai berikut ini. 

  1. Menyediakan Informasi Keuangan 

    Penyediaan informasi dalam laporan keuangan  disusun berdasarkan kegiatan dari entitas syariah selama satu periode akuntansi. Laporan keuangan syariah yang telah disusun akan dapat digunakan sebagai sebuah rujukan atau bahan dalam mengambil keputusan ekonomi. Misalkan saja yaitu keputusan ekspansi oleh manajemen, keputusan investasi oleh investor, dan lain sebagainya. 

  2. Menyediakan Informasi Kepatuhan terhadap Prinsip Syariah 

    Tujuan lain yang tidak kalah penting dalam penyusunan laporan keuangan syariah adalah juga menyediakan informasi kepatuhan terhadap prinsip syariah. Dengan kata lain, laporan keuangan syariah dapat menunjukkan apakah aktivitas yang dijalankan dalam entitas syariah sudah sesuai dengan prinsip syariah atau sebaliknya. Berdasarkan hal tersebut, informasi terkait dalam hal iniakan dibutuhkan oleh Dewan Pengawas Syariah atau DPS sebagai bentuk dari proses pengawasan. 

  3. Menyediakan Informasi Pemenuhan Tanggung Jawab Sosial 

    Tujuan utama dari laporan keuangan syariah yang terakhir adakah juga menjadi penyedia informasi dalam pemenuhan tanggung jawab sosial. Dalam hal ini, informasi yang disajikan berkaitan dengan sumber dan juga penyaluran dana zakat. Selain itu juga informasi tentang sumber dan penggunaan dana kebajikan. Pada tujuan ini, laporan keuangan syariah harus wajib menyertakan informasi sosial meskipun pelaksanaan belum dijalankan. 

Itulah beberapa tujuan dari penyediaan laporan keuangan syariah yang perlu diketahui. Semoga bermanfaat.