Sebagai negara dengan mayoritas muslim, terkadang terdapat suatu hal yang harus dijalankan sesuai dengan syariat Islam. Salah satu hal yang saat ini sudah diterapkan adalah manajemen keuangan syariah. Pengertian dari manajemen adalah suatu proses yang terdiri dari perencanaan, pengontrolan, serta pengoordinasian sumber daya.

Proses tersebut dilakukan untuk dapat mencapai sasaran dengan cara yang efisien dan juga efektif. Sementara itu, manajemen yang berhubungan dengan keuangan berarti suatu pengolahan dalam menjaga serta menciptakan nilai ekonomi dan kesejahteraan.

Lebih lanjut manajemen keuangan syariah memiliki pengertian yaitu cara untuk dapat menjaga nilai ekonomi dengan pengambilan keputusan yang difokuskan pada kesejahteraan serta dilaksanakan dengan prinsip syariah. Berdasarkan pengertian tersebut, hal-hal yang berhubungan dengan keuangan syariah dapat dilihat pada ulasan berikut ini.


Karakteristik Transaksi Syariah

Pelaksanaan kegiatan yang berhubungan dengan dengan keuangan harus dilakukan dengan paradigma dan asas transaksi syariah. Hal tersebut berlaku baik pada transaksi bisnis yang bersifat komersial maupun non komersial. Berdasarkan hal tersebut transaksi syariah harus memenuhi karakteristik dan juga persyaratan yang terdiri dari sebagai berikut ini. 

  1. Penyelenggaraan transaksi harus dilakukan dengan didasarkan pada prinsip saling rida dan saling faham. 
  2. Kebebasan dalam melakukan transaksi akan diakui asalkan objek yang digunakan halal dan thayib (baik). 
  3. Uang tidak boleh digunakan sebagai komoditas, akan tetapi uang hanya digunakan sebagai satuan pengukur nilai serta sebagai alat tukar saja. 
  4. Transaksi yang dilaksanakan tidak boleh mengandung unsur ribadan juga unsur kezaliman. 
  5. Transaksi yang dilaksanakan juga harus terhindar dari unsur maysir, gharar, dan haram. 
  6. Transaksi syariah tidak menganut prinsip time value of money. Hal tersebut dikarenakan keuntungan dari usaha berhubungan dengan prinsip al-ghunmu bil ghurmi yang berarti no gain without accompanying risk. 
  7. Pelaksanaan transaksi syariah harus dilakukan dalam suatu perjanjian yang jelas dan benar. Selain itu juga berfungsi untuk menguntungkan semua pihak tanpa merugikan pihak lain. Berdasarkan hal tersebut, transaksi syariah tidak diperbolehkan menggunakan standar ganda harga untuk satu akad. Hal tersebut juga berlaku untuk tidak menggunakan menggunakan dua transaksi secara bersamaan dan juga berkaitan dalam satuakad (ta’alluq). 
  8. Pada transaksi syariah tidak berlaku adanya distorsi harga melalui rekayasa permintaan (najasy) atau rekayasa penawaran (ihtikar).
  9. Transaksi syariah tidak diperbolehkan mengandung unsur risywah yaitu kolusi dengan suap menyuap. 
Penyajian Laporan Keuangan Syariah

Sebagai suatu bentuk pengolahan ekonomi, pelaksanaan transaksi syariah juga menghasilkan laporan keuangan syariah. Laporan tersebut disusun berdasarkan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan atau disebut juga dengan PSAK 101. Fungsi dari adanya PSAK 101 tersebut yaitu sebagai penetapan dasar dalam penyajian laporan keuangan untuk entitas syariah. 

 

PSAK 101 berisitentang pengaturan yang berkaitan dengan persyaratan minimal penyajian laporan keuangan serta struktur laporan keuangan. Selain itu, isi dari PSAK 101 juga menjelaskan karakteristik umum dari laporan keuangan yang diantaranya terdiri dari sebagai berikut ini. 

  1. Laporan keuangan syariah disajikan secara wajar dan harus menyesuaikan SAK. 
  2. Laporan keuangan syariah berkaitandengan dasar akrual, saling hapus, frekuensi laporan, sertainformasi komparatif. 
  3. Pengajian laporan keuangan syariah juga berkaitan dengan materialitas dan penggabungan. 
  4. Laporan keuangan syariah harus memperhatikan konsistensi penyajian. 
Struktur dan Isi Laporan Keuangan Syariah 

PSAK 101 juga berisi tentang penjabaran lengkap mengenai struktur dan juga isi dari pembuatan laporan keuangan syariah. Adapun struktur dan isi yang harus ada dalam susunan laporan keuangan syariah yaitu terdiri dari sebagai berikut ini. 

  1. Laporan posisi keuangan. 
  2. Laporan arus kas. 
  3. Laporan laba rugi beserta penghasilan komprehensif lainnya. 
  4. Catatan laporan keuangan. 
  5. Laporan perubahan ekuitas. 
 

Itulah beberapa informasi terkait keuangan syariah beserta karakteristik dari pembuatan laporannya. Penyajian laporan keuangan syariah dapat dilihat secara lebih jelas melalui contoh ilustrasi laporan keuangan yang tersedia didalam PSAK 101. Dengan demikian, pemahaman akan laporan keuangan syariah akan semakin bertambah. Semoga bermanfaat.