Setelah melewati imigrasi Mesir di perbatasan Taba, kami melanjutkan perjalanan sekitar jam 2 siang. Perjalanan dari Taba menuju St. Catherine di tempuh sekitar 6 jam. Di tengah perjalanan, kami sempat berhenti untuk makan siang sekitar jam 4.30 sore, di sebuah restoran Korea di tengah gurun pasir. Aneh rasanya makan masakan Korea, dilayani oleh waiter berwajah Arab, di resto bergaya bangunan timur tengah di tengah gurun Sahara yang sepi dan panas   Menjelang sampai di kota St. Catherine, sekitar jam 7 malam, kami di ajak mengikuti Safari gurun. Ini adalah wisata di kawasan gurun dengan mengendarai Jeep 4×4. Satu Jeep diisi 7 penumpang, saya kebetulan kebagian duduk di kursi depan, di bagian belakang 6 orang duduk berhadap-hadapan seperti di angkot. Seru juga naik Jeep di gurun pada malam hari ini. Suasana gelap membuat kita tidak bisa memprediksi jalur di depan, alhasil musti berpegangan erat-erat agar tidak terlempar-lempar di dalam Jeep. Safari Jeep ini hanya sekitar 10 menit saja, tapi lumayan mengocok perut   Dalam perjalanan menuju hotel, tour leader kami menawarkan tour opsional ke Gunung Sinai. Awalnya cukup banyak peserta tour yang menyatakan tertarik ikut tour opsional ini. Kemudian tour leader menjelaskan, tour ini tidak disarankan bagi mereka yang fisiknya kurang fit karena waktu tempuhnya sekitar 7 jam di tengah malam. Penderita sakit jantung dan asma, ataupun mereka yang takut pada kegelapan dan suasana sepi disarankan tidak ikut. Semula, separuh peserta tour menyatakan minat mengikuti tour opsional ini, namun setelah mendengar cerita pemandu wisata, satu per satu kemudian membatalkan niatnya.   Baca selengkapnya kisah pendakian gunung sinai oleh Nelwin Aldriansyah di https: pakansi.com